Kamis, 24 Maret 2011

BM(Bakul Mison) SMP 4 Madiun

Apa sich BM itu?
Apa ya? Aku sendiri juga ngga tau :D
Mmmm,, BM tu organisasi eh, bukan organisasi / kumpulan, bukan juga / genk, JELAS BUKAN, apa ya?

BM adalah singkatan dari “Bakul Mison”-> mizone.

Bagaimana BM terbentuk? (gim

ana ya?) aku juga ngga tau :D
# BM tu nama yang g jelas + g bisa dicritain + isinya orang” g jelas juga :D
Tapi,, konon ceritanya..............
Dahulu kala ada seorang anak manusia bernama Sikin yang sedang berjelajah. Dalam penjelajahannya, ia menaiki sebuah kendaraan umum bernama bis. Inspirasi langsung tesirat dalam pikirnya. “misone,misone, club, club” suara yang unik. (tau ngga itu suara siapa?) itu suara mr. Pedagang asongan.
Setibanya di sekolah, Sikin menceritakan penjelajahannya pada rekan”(BM’s member). Tidak kurang dari sebulan (bahkan lebih) kata “misone,misone, club,club” seperti wajib kita ucapkan setiap hari, dan akhirnya oleh seorang bernama Vito, membuat group di facebook bernama “BM(Bakul Mison) SMP 4 Madiun”. Sejak itulah Bm berdiri.

The members of BM :

1.Syifa’ Unnasikh, Sikin (SU) as manager
Orang yang humoris, g’ gampang marah, dewasa.

2.Tri Aji Wahyono, Aji (TAW) as seller
Orang yang humoris juga, berjiwa pemimpin, ceplas-ceplos tapi bisa buat suasana rame.

3.Vito Dixit Putra, Vito (VDP) as seller
Orang yang kreatif, up to date, n’ humoris.

4.Yusuf Ashari Rahadian, Ucup (YAR) as seller
Ucup apa ya? Samain ajalah biar cepet, haha :D (peaceeee,, cup)

5.Farida Herning Tyastuti, Farida (FHT) as treasurer I
Nothing special

6.Titi Surya Ningsih, Titi (TSN) as treasurer II
Humoris, suka niruin iklan, kocak.

Intinya anak BM ngga ada yang waras, semua ngga jelas, dan @#$%^&*%#%*&()+!#$#$&*((^&!%#@_+=-?”:>,.

Demikian postingan GeJe, lebay n’ mendramatisir tentang BM. Selengkapnya kunjungi -> BM(Bakul Mison) SMP 4 Madiun
Ayo gabung di facebook kita! 


eh,, kelewatan. ada dua member lagi:
Dhika Kurnia Ryanta Adha, Dhika (DKRA)
dan
M. Willyan Zulfikar, Willy (MWZ)
mereka juga sebagai seller.

NB: foto Syifa'n' Dhika ngga ada(ampun



,, bro.. :D ngga punya fotomu soalnya. pas ke jogja ke mana aja, Bang? )
Read More � BM(Bakul Mison) SMP 4 Madiun

Jumat, 11 Maret 2011

Tari Bedhaya Ketawang

penari-kraton
Tari Bedhaya Ketawang adalah sebuah tari yang amat disakralkan dan hanya digelar dalam setahun sekali. Konon di dalamnya sang Ratu Kidul ikut menari sebagai tanda penghormatan kepada raja-raja penerus dinasti Mataram.
Perbendaharaan beksan (tarian) tradisi keraton Surakarta Hadiningrat terdiri dari berbagai ragam. Dilihat dari fungsinya, tarian itu bisa dibagi dalam 3 macam. Yaitu tari yang punya sifat magis religius, tari yang menggambarkan peperangan, dan tari yang mengandung cerita (drama).

Masing-masing tari tercipta karena ada sejarahnya yang dipengaruhi oleh suasana saat itu. Berbagai macam jenis tari yang diciptakan oleh pengramu keraton bukan asal buat, melainkan dipadu dengan masukan dari kalangan lelembut yang punya hubungan baik dengan keluarga keraton. Sehingga ada muatan mistis dan gaib.
Tari yang punya sifat magis-religius ini, seperti Bedhaya biasanya diperagakan oleh kaum putri yang berjumlah 7 atau 9 orang, sedang yang diperagakan oleh 4 putri biasa disebut Tari Srimpi.
Asal-usul Tari Bedhaya Ketawang
Asal mulanya tari Bedhaya Ketawang hanya diperagakan oleh tujuh wanita saja. Dalam perkembangan selanjutnya, karena tari ini dianggap sebuah tarian khusus dan dipercaya sebagai tari yang amat sakral kemudian diperagakan oleh sembilan orang.
Berbeda dengan tarian lainnya, Bedhaya Ketawang ini semula khusus diperagakan oleh abdi dalem Bedhaya Keraton Surakarta Hadiningrat. Iramanya pun terdengar lebih luruh (halus) dibanding dengan tari lainnya semisal Srimpi, dan dalam penyajiannya tanpa disertai keplok-alok (tepuk tangan dan perkataan)
Dikatakan tari Bedhaya karena tari ini menyesuaikan dengan gendingnya, seperti Bedhaya Gending Ketawang Ageng (Karya Penembahan Senapati) Bedhaya Gending Tejanata dan Sinom (karya PB IX) Bedhaya Pangkur (karya PB VIII), Miyanggong (karya PB IV), Duradasih (karya PB V), dan lainnya.
Siapa sebenarnya pencipta tari Bedhaya Ketawang itu sendiri sampai sekarang memang masih simpang siur.
Bedoyo Ketawang misalnya menurut Sinuhun Paku Buwono X menggambarkan lambang cinta kasihnya Kanjeng Ratu Kidul pada Panembahan Senopati, segala gerak melambangkan bujuk rayu dan cumbu birahi, walaupun dapat dielakkan Sinuhun, Kanjeng Ratu Kidul tetap memohon agar Sinuhun ikut bersamanya menetap di dasar samodera dan bersinggasana di Sakadhomas Bale Kencana ( Singgasana yang dititipkan oleh Prabu Rama Wijaya di dasar lautan) dan terjadilah Perjanjian/Sumpah Sakral antara Kanjeng Ratu Kidul dan Raja Pertama tanah Jawa, yang tidak dapat dilanggar oleh raja-raja Jawa yang turun temurun atau raja-raja penerus.
Satu sumber menyebutkan bahwa tari ini diciptakan oleh Penembahan Sanapati-Raja Mataram pertama-sewaktu bersemadi di Pantai Selatan. Ceritanya, dalam semadinya Penembahan Senapati bertemu dengan Kanjeng Ratu Kencanasari (Ratu Kidul) yang sedang menari. Selanjutnya, penguasa laut Selatan ini mengajarkannya pada penguasa Mataram ini.
Sumber lainnya menyebutkan bahwa tari Bedhaya Ketawang ini diciptakan oleh Sultan Agung Anyakrakusuma (cucu Panembahan Senapati). Menurut Kitab Wedhapradangga yang dianggap pencipta tarian ini adalah Sultan Agung (1613-1645), raja terbesar dari kerajaan Mataram bersama Kanjeng Ratu Kencanasari, penguasa laut Selatan. Ceritanya, ketika Sultan Agung sedang bersemadi, tiba-tiba mendengar alunan sebuah gending. Kemudian Sultan Agung berinisatif menciptakan gerakan-gerakan tari yang disesuaikan dengan alunan gending yang pernah didengar dalam alam semadinya itu. Akhirnya, gerakan-gerakan tari itu bisa dihasilkan dengan sempurna dan kemudian dinamakan tari Bedhaya Ketawang.
Read More � Tari Bedhaya Ketawang

Rabu, 09 Maret 2011

BATIK

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.
Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga Kraton Yogyakarta dan Surakarta.
Batik Cirebon bermotif mahluk laut
Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.
Batik dipakai untuk membungkus seluruh tubuh oleh penari Tari Bedhoyo Ketawang.

Corak batik

Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga memopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak
Read More � BATIK

Rabu, 24 November 2010

God, Family in 'Love'

keluarga adalah segalanya untukku.
selalu ada saat aku terjatuh, menangis, dan tiada berdaya.
'keluarga'. sebuah populasi yang memberi cinta abadi. mengajarkan kebersamaan, dan mengerti arti kehidupan.


"Allah,, family, is all of me"
Read More � God, Family in 'Love'
 
Photography Templates | Slideshow Software